Kamis, 29 Januari 2015
Rabu, 28 Januari 2015
Selasa, 27 Januari 2015
Senin, 19 Januari 2015
Kapan Cincin Kawin Pertama Kali Digunakan ?
Cincin Pernikahan/kawin adalah salah satu simbol di dalam pernikahan menurut tradisi kristen barat. Pertukaran cincin Pernikahan
di dalam proses pernikahan di lakukan pada saat pengucapan komitmen
kedua mempelai untuk menjalani kehidupan bersama. Meskipun demikian, cincin Pernikahan bukanlah simbol utama sebab yang terpenting adalah pengucapan komitmen antara kedua mempelai tersebut. Pertukaran simbol cincin Pernikahan tersebut adalah simbol yang enggak wajib atau boleh di tiadakan.
Sejauh ini, para sejarawan melacak, orang yang pertama yang benar-benar mengenakan cincin dalam perkawinan adalah orang mesir. Dalam hieroglif – tulisan orang Mesir menurut gambar – Lingkaran memiliki arti keabadian. Karenanya cincin Pernikahan adalah lambang pernikahan yang (akan) abadi. Sementara orang Kristen mengenakan Cincin Pernikahan sekitar tahun 900 masehi.
Sementara itu, sebagian orang percaya bahwa cincin Pernikahan di mulai sebagai gelang yang dikenakan wanita yang ditangkap pada zaman primitif. Berangsur-angsur lingkaran gelang di tangan atau kaki yang menunjukan bahwa wanita tersebut telah di miliki oleh seoarang pria dalam sebuah suku, diubah dalam sebuah cincin.
Cincin pernikahan umumnya dikenakan di jari keempat atau jari manis ditangan kiri. Hal ini dikarenakan pada Orang Yunani Kuno yang mempercayai ada vena tertentu yang jika melewati jari tersebut langsung ke jantung. Namun, alasan sebenarnya karena kita paling sedikit menggunakan jari tersebut dibandingkan dengan jari lainnya, sehingga masih nyaman mengenakan hiasan jari.
Dikutip dari :
Gullei.com
Blog marketpurple
Wikipedia
Supported by :
Jual cincin kawin
Sejauh ini, para sejarawan melacak, orang yang pertama yang benar-benar mengenakan cincin dalam perkawinan adalah orang mesir. Dalam hieroglif – tulisan orang Mesir menurut gambar – Lingkaran memiliki arti keabadian. Karenanya cincin Pernikahan adalah lambang pernikahan yang (akan) abadi. Sementara orang Kristen mengenakan Cincin Pernikahan sekitar tahun 900 masehi.
Sementara itu, sebagian orang percaya bahwa cincin Pernikahan di mulai sebagai gelang yang dikenakan wanita yang ditangkap pada zaman primitif. Berangsur-angsur lingkaran gelang di tangan atau kaki yang menunjukan bahwa wanita tersebut telah di miliki oleh seoarang pria dalam sebuah suku, diubah dalam sebuah cincin.
Cincin pernikahan umumnya dikenakan di jari keempat atau jari manis ditangan kiri. Hal ini dikarenakan pada Orang Yunani Kuno yang mempercayai ada vena tertentu yang jika melewati jari tersebut langsung ke jantung. Namun, alasan sebenarnya karena kita paling sedikit menggunakan jari tersebut dibandingkan dengan jari lainnya, sehingga masih nyaman mengenakan hiasan jari.
Dikutip dari :
Gullei.com
Blog marketpurple
Wikipedia
Supported by :
Jual cincin kawin
Sabtu, 17 Januari 2015
Rabu, 14 Januari 2015
Apa itu perak
Oleh : marketpurple jewelry
Perak adalah suatu unsur kimia
dalam tabel periodik yang memiliki lambang Ag dan nomor atom
47. Lambangnya
berasal dari bahasa Latin Argentum. Sebuah logam
transisi lunak, putih, mengkilap, perak memiliki konduktivitas listrik dan
panas tertinggi di seluruh logam dan terdapat di mineral dan dalam
bentuk bebas. Logam ini digunakan dalam koin, perhiasan, peralatan meja, dan fotografi.
Perak termasuk logam mulia seperti emas.
Perak termasuk logam mulia karena tidak mengalami
proses korosif, namun perak bisa mengalami proses oksidasi. Proses oksidasi
pada perak mengakibatkan lapisan kehitaman pada permukaan perak yang biasa
disebut "tarnish". Namun proses oksidasi ini tidak mengakibatkan
kerusakan pada unsur tersebut, beda hal-nya dengan proses korosi pada logam
besi (Fe).
Untuk keperluan pengolahan menjadi perhiasan,
perak biasanya dilapisi dengan unsur lain yang lebih tahan terhadap oksidasi
seperti Rhodium. Dengan lapisan ini, perhiasan perak menjadi tahan oksidasi
serta penapilannya lebih berkilau.
Dikutip dari :
Kamis, 08 Januari 2015
Cincin Kawin & Asal Usul-nya

Oleh : Marketpurple Jewelry
Tradisi memakaikan Cincin kawin sebagai simbol persatuan dua sejoli dalam pernikahan telah ada sejak lama dan menyebar di seluruh dunia. Namun siapakah yang memulai tradisi ini?
Situs howstuffworks.com menjelaskan asal usul cincin pernikahan masih dalam perdebatan. Tak ada yang pasti mengetahui kapan dan siapa tepatnya yang memulai tradisi yang telah mendunia ini. Namun, beberapa sumber menyatakan bahwa bangsa Romawi dan Mesir adalah dua bangsa tertua yang tercatat menggunakan cincin sebagai bagian ritual dari adat pernikahan mereka.
Ada juga kabar yang mengatakan bahwa cincin adalah simbol untuk keberhasilan pengantin pria ‘menangkap’ atau mendapatkan pengantin wanita. Namun, seorang paus di abad ke-12 juga menyatakan sebuah dekrit atau aturan bahwa semua pernikahan harus diadakan di gereja dan bahwa pengantin wanita juga harus menerima cincin dari pengantin pria sebagai bagian dari prosesi pernikahan.
Berkembangnya peradaban dan zaman telah membuat tradisi ini begitu kabur karena ada banyak berbagai versi atau sumber yang menyatakan asal mula tradisi cincin kawin ini. Apalagi dengan meledaknya industri perhiasan pada abad modern yang menyebabkan makna cincin menjadi dikomersialisasi karena harus berupa barang yang mewah dan berasal dari logam mulia seperti emas dan menggunakan mata berupa berlian. Pada akhirnya, cincin menjadi sebuah simbol bagi sang pengantin pria sebagai bukti untuk membahagiakan pasangannya.
supported by:
Jual cincin kawin emas putih
Kamis, 01 Januari 2015
Cincin & Sejarahnya
Cincin adalah perhiasan yang melingkar di jari. Cincin dipakai baik oleh perempuan atupun laki-laki. Secara tradisional cincin biasanya dibuat dari logam mulia; seperti emas, perak, dan platina. Logam lainnya seperti baja antikarat, krom, besi, perunggu, kuningan, dan tembaga juga lazim digunakan. Cincin dapat berbentuk polos, berukir, atau bertatahkan intan, permata, atau batu akik. Kini cincin terbuat dari banyak bahan, seperti plastik, kayu, tulang, giok, kaca, karet dan bahan lainnya.
Sejarah cincin
Kebiasaan memberi dan menerima cincin dimulai sejak lebih dari 4.800 tahun yang lalu. Cincin pernikahan biasanya dipasang di jari manis. Kebiasaan ini berakar dari kepercayaan wangsa Tudor abad ke-16 bahwa jari manis tangan kiri berhubungan dengan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung, maka dari itu, memakainya di jari tersebut menunjukkan bahwa sang pemakai sedang berada dalam sebuah hubungan.
Ada juga yg memberikan penjelasan lain yakni , orang-orang Mesir kuno yang memulai penggunaan cincin nikah. Dari penemuan benda-benda arkelogi dari 3000 tahun yang lalu, diketahui adanya budaya pertukaran cincin yang saat itu terbuat dari alang-alang yang dikepang. Orang-orang Mesir kuno menggunakan Cincin nikah di jari manis tangan kiri. Mereka percaya jari manis tangan kiri memiliki saluran vena yang langsung terhubung ke jantung yang memang ada di dada kiri.
Cincin dipilih sebagai simbol cinta karena berbentuk lingkaran (tidak ada awal dan akhir) yang berarti keabadian. Lubang di tengah cincin diibaratkan sebagai pintu menuju kehidupan baru. Jika Anda memberikan cincin kepada wanita, berarti Anda “berjanji” bahwa cinta Anda tidak akan berakhir atau abadi.
Wikipedia Desisachiko Marketpurple jewelry Blog marketpurple
Langganan:
Komentar (Atom)








