Kamis, 01 Januari 2015

Cincin & Sejarahnya



Cincin adalah perhiasan yang melingkar di jari. Cincin dipakai baik oleh perempuan atupun laki-laki. Secara tradisional cincin biasanya dibuat dari logam mulia; seperti emas, perak, dan platina. Logam lainnya seperti baja antikarat, krom, besi, perunggu, kuningan, dan tembaga juga lazim digunakan. Cincin dapat berbentuk polos, berukir, atau bertatahkan intan, permata, atau batu akik. Kini cincin terbuat dari banyak bahan, seperti plastik, kayu, tulang, giok, kaca, karet dan bahan lainnya.

Sejarah cincin

Kebiasaan memberi dan menerima cincin dimulai sejak lebih dari 4.800 tahun yang lalu. Cincin pernikahan biasanya dipasang di jari manis. Kebiasaan ini berakar dari kepercayaan wangsa Tudor abad ke-16 bahwa jari manis tangan kiri berhubungan dengan pembuluh darah yang berhubungan langsung dengan jantung, maka dari itu, memakainya di jari tersebut menunjukkan bahwa sang pemakai sedang berada dalam sebuah hubungan.

Ada juga yg memberikan penjelasan lain yakni , orang-orang Mesir kuno yang memulai penggunaan cincin nikah. Dari penemuan benda-benda arkelogi dari 3000 tahun yang lalu, diketahui adanya budaya pertukaran cincin yang saat itu terbuat dari alang-alang yang dikepang. Orang-orang Mesir kuno menggunakan Cincin nikah di jari manis tangan kiri. Mereka percaya jari manis tangan kiri memiliki saluran vena yang langsung terhubung ke jantung yang memang ada di dada kiri.

Cincin dipilih sebagai simbol cinta karena berbentuk lingkaran (tidak ada awal dan akhir) yang berarti keabadian. Lubang di tengah cincin diibaratkan sebagai pintu menuju kehidupan baru. Jika Anda memberikan cincin kepada wanita, berarti Anda “berjanji” bahwa cinta Anda tidak akan berakhir atau abadi.

Wikipedia Desisachiko Marketpurple jewelry Blog marketpurple

Tidak ada komentar:

Posting Komentar